Prototipe Sistem Informasi Ketersediaan Darah Seca



//
Posted on May 01, 2016 at 6:03 PM

//

Pada kesempatan ini kami membuat sistem informasi stock darah secara real-time dengan memanfaatkan Internet of Things.




I. JUDUL PROYEK

Prototipe Sistem Informasi Ketersediaan Darah Secara Real-time Berbasis Internet of Things

II. TUJUAN PROYEK

  1. Sebagai syarat untuk mengikuti lomba IoT Innovation Challenge
  2. Menuangkan ide dan menambah keterampilan kami dalam mengaplikasikan konsep Internet of Things.
  3. Membuat sistem informasi ketersediaan darah secara realtime dengan memanfaatkan Internet of Things

III. MANFAAT PROYEK

  1. Menyajikan jumlah ketersediaan kantong darah yang akurat dan mempersingkat proses administrasi pada saat pembelian
  2. Sebagai penyedia informasi yang real-time bagi Masyarakat, Rumah Sakit dan PMI sendiri untuk ketersediaan kantong darah di PMI
  3. Memotivasi masayarakat untuk mendonorkan darahnya ke PMI

IV. OVERVIEW PROYEK

Darah merupakan hal yang sangat diperlukan bagi pasien. Informasi jumlah ketersediaan darah sangat dibutuhkan bagi pasien yang membutuhkan darah secara cepat seperti pasien yang kecelakaan atau mengalami pendarahan. Kadangkala pasien yang membutuhkan stock darah ketika mengecek di Palang Merah Indonesia (PMI) ternyata kehabisan stock. Sehingga pasien perlu mengecek ke PMI yang berbeda. untuk mengatasi hal tersebut, pada kesempatan ini kami membuat sistem informasi stock darah secara real-time dengan memanfaatkan Internet of Things.

V. METODOLOGI PENGERJAAN

  1. Alat dan Bahan
  1. Arduino Uno                    1 buah
  2. ESP8266                          1 buah
  3. LDR                                 6 buah
  4. LED                                 6 buah
  5. Kabel USB                       1 buah
  6. Kabel Jumper                   2 meter
  7. Resistor 1 kilo-Ohm         6 buah
  8. Kertas Kardus                  4 buah
  9. LCD                                 1 buah
  10. Miniatur kantong darah     6 buah

 

  1. Cara Kerja
  1. Dipasang sesuai skematik arduino berikut:

  1. Penjelasan komponen
  1. Arduino digunakan sebagai pengendali dan pemroses sistem
  2. ESP8266 digunakan sebagai modul wifi untuk menghubungkan ke internet
  3. LCD untuk menampilkan informasi stock darah
  4. LED dan LDR digunakan sebagai sensor untuk mengetahui ada atau tidaknya stock darah di tempat penyimpanan.
  5. Kabel USB digunakan untuk memprogram arduino
  6. Kabel jumper digunakan untuk penyambung komponen elektronika
  7. Kertas kardus digunakan untuk membuat tempat penyimpanan stock darah
  8. Miniatur kantong darah digunakan sebagai stock kantong darah.
  1. Penjelasan Sistem Kerja Rangkaian

    Prinsip kerja dari prototype adalah dengan cara mendesain tempat penyimpanan kantong darah untuk dapat menghitung (mencacah) jumlah ketersediaan kantong darah. Setiap tempat dilengkapi oleh LDR dan LED yang saling berhadapan. Apabila kantong darah dimasukkan kedalam tempat penyimpanan maka resistansi total dari LDR akan berkurang dan sebaliknya. Ini menyebabkan perubahan tegangan yang akan dibaca oleh arduino dan dibaca sebagai jumlah ketersediaan data kantong darah. Dengan menggunakan modul wifi ESP8266 data jumlah ketersediaan darah akan diunggah ke internet dan dikirimkan ke masyarakat , rumah sakit dan PMI sendiri.

VI. TIME FRAME

  1. Pengerjaan rangakain : 3 hari
  2. Perancangan website : 5 hari
  3. Pembuatan prototipe  : 2 hari
  4. Pengujian    : 1 hari

VII. MODEL/PROTOTYPE

Gambar desain prototype


Leave a Comment:

Please Sign in First