Bramty



//
Posted on May 05, 2016 at 10:12 PM

//

Your hydroponic assistant.




Latar Belakang

Seperti yang telah kita semua ketahui, di era modern ini global warming menjadi salah satu isu utama dalam permasalahan-permasalahan dunia dunia. Salah satu penyebab terjadinya global warming adalah tingginya tingkat emisi CO2 .  

Perkembangan zaman membuat masyarakat terdorong untuk menggunakan peralatan-peralatan yang menghasilkan emisi COmelebihi kapasitas yang dapat diserap oleh tumbuhan. Gas CO2 yang tidak terserap menyebabkan efek rumah kaca sehingga energi yang seharusnya dipantulkan kembali tertahan oleh gas CO2. Hal ini menyebabkan suhu bumi meningkat dan menyebabkan perubahan iklim yang sangat drastis di berbagai belahan bumi. Dalam 20 tahun terakhir permukaan laut naik setinggi 20 cm, dalam 50 tahun terakhir suhu Alaska meningkat 5,50F atau 14,72­­ 0C.

http://image.slidesharecdn.com/pptefekrumahkaca-141009183608-conversion-gate02/95/ppt-efek-rumah-kaca-8-638.jpg?cb=1412880018

Salah satu cara untuk mengurangi emisi CO2 adalah dengan menanam tanaman. Tanaman yang akan menyerap CO2 sebagai bahan bakar untuk melakukan proses fotosintesis. Dengan meningkatkan jumlah penanaman tanaman secara drastis diharapkan dapat mengurangi emisi CO2 yang berlebih. Tetapi, setiap tahunnya pertumbuhan jumlah penduduk bumi terus meningkat. Pada tahun 2006 tercatat sebanyak 7 milyar manusia mendiami bumi sehingga meningkatkan jumlah kebutuhan lahan untuk kegiatan produktifitas manusia. Hal ini menciptakan masalah baru yaitu terus berkurangnya lahan kosong untuk menanam tanaman.

Dari seluruh penjabaran masalah diatas, kami mengajukan solusi untuk membaut suatu produk berbasis hidroponik yang terintegrasi internet. Hidroponik menjadi pilihan sebagai solusi dari sempitnya lahan produktif untuk menanam tanaman dan fitur integrasi dengan internet bertujuan untuk memudahkan pengawasan dan perawatan tanaman ditengah tingginya kesibukan masyarakat di era modern ini.

Dengan adanya alat ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta lingkungan pada masyarakat dengan mudahnya penggunaan dan perawatan alat ini.

Desain Alat

Bramty berbeda dengan cara penanaman hidroponik biasa. Segala pengaturan dan penjagaan kondisi tanaman dapat dilakukan secara otomatis atau dilakukan dari jarak jauh.

Untuk melakukan pengairan rutin, digunakan modul DS-1307 Real-Time Clock yang menentukan waktu pengairan, sedangkan pengairan itu sendiri menggunakan kran air yang diputar menggunakan servo. Selain pengairan, Bramty juga dapat melakukan pemupukan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk cair, sehingga cara pemupukan juga mirip dengan pengairan, yaitu dengan menggunakan servo yang memutar kran.

Selain pengairan dan pemupukan rutin, digunakan pula pengendalian pH tanaman. pH tanaman hidroponik merupakan salah satu hal yang harus dijaga. Pengendalian ini diimplementasikan menggunakan sensor pH. Tanaman hidroponik yang terjaga dengan baik harus memiliki pH berkisar antara 6.0 - 7.0. Kondisi pH ini harus dijaga dengan melakukan pengairan atau pemupukan tambahan.

Pada kondisi saat tanaman hampir mengalami dehidrasi (dilihat dari suhu dan kelembapan tanaman), akan dilakukan pengairan sehingga kebutuhan air pada tanaman tetap tercukupi. Deteksi suhu tanaman ini menggunakan modul suhu dan kelembapan DHT-11.

Untuk melengkapi fitur-fitur pada Bramty, ditambahkan fitur IoT untuk melakukan pemantauan pada sistem dari jarak jauh yang memungkinkan pengguna untuk melihat kondisi tanamannya dari manapun dan kapanpun. Koneksi ke internet pada tanaman ini menggunakan modul Wi-Fi ESP-8266. Dengan fitur IoT ini, pengguna dapat melihat kondisi tanaman dan melakukan pengairan atau pemupukan ekstra jika diperlukan. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan troubleshoot jika ada masalah pada sistem tanaman.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan :

  • Pipa

                Sebagai wadah media tanam

  • Servo

                Sebagai penggerak katup air

  • Sensor pH

                Indentifikasi keasaman dan kebasaan media tanam

  • Modul Wi-Fi ESP-8266

                Penghubung antara tanaman dengan pengguna melewati jaringan internet

  • Modul Real-Time Clock DS-1307

                Sebagai timer atau pewaktu yang menjaga rutinitas pemupukan dan pengairan

  • Modul sensor suhu dan kelembapan DHT-11

                Identifikasi suhu dan kelembapan tanaman

  • Pupuk cair

                Sebagai suplai nutrisi untuk tanaman

  • Microcontroller

                Sebagai “otak” yang mengatur kerja komponen elektrik lain yang digunakan

 

 

Alur Kerja Sistem

Penutup

Dengan adanya Bramty, diharapkan masyarakat semakin mudah dan tertarik untuk membuat kebun hydrophonicnya sendiri sehingga emisi CO2 dapat ditekan.


Leave a Comment:

Please Sign in First